KPU Kabupaten Bandung Barat Gelar Sharing Knowledge -Kemis Ngariung- Bahas Tupoksi Jabatan Fungsional Penata Kelola Pemilihan Umum
KPU BANDUNG BARAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat kembali melaksanakan agenda rutin Sharing Knowledge “Kemis Ngariung” pada Kamis (04/09/2025), bertempat di Ruang Rapat Bayu Baskoro. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris KPU Kabupaten Bandung Barat, para Kasubag, staf PNS, PPPK, PPNPN, serta CPNS, yang bersama-sama membangun semangat pembelajaran berkelanjutan di lingkungan kerja. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Tupoksi Jabatan Fungsional Penata Kelola Pemilihan Umum” dengan menghadirkan Tam Tamasya, Fungsional Penata Kelola Pemilihan Umum Ahli Muda sebagai pemantik. Dalam paparannya, Tam menjelaskan secara komprehensif mengenai peran, tugas, dan fungsi (tupoksi) jabatan fungsional di bidang kepemiluan. Gambar 1. Seluruh pegawai mengikuti kegiatan sharing knowledge Ia menekankan bahwa keberadaan jabatan fungsional merupakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan spesialisasi aparatur sipil negara (ASN) dalam penyelenggaraan pemilu. Jabatan ini memiliki ruang lingkup kerja yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan terkait tahapan pemilu dan pemilihan. Dengan demikian, keberadaannya sangat strategis untuk menjamin pelaksanaan pemilu yang akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi. Selain membahas tupoksi, pemantik juga menguraikan mengenai jenjang karier, angka kredit, serta mekanisme penilaian kinerja bagi pejabat fungsional. Hal ini penting agar setiap ASN memahami bagaimana kontribusi yang diberikan dapat diukur sekaligus menjadi dasar pengembangan karier. Tam juga mengajak seluruh peserta untuk memandang jabatan fungsional sebagai peluang besar dalam meningkatkan kompetensi individu maupun kelembagaan. Gambar 2. Pemantik sedang memaparkan materi Melalui diskusi interaktif, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran vital fungsional Penata Kelola Pemilu. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain terkait peluang pengembangan keahlian, tantangan yang dihadapi, hingga strategi menghadapi dinamika penyelenggaraan pemilu di masa depan. Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan seluruh pegawai semakin memahami peran dan kontribusinya masing-masing dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi, khususnya melalui penyelenggaraan pemilu yang berintegritas dan terpercaya.(insan)
Selengkapnya