BANDUNG BARAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Tahun 2026 pada tanggal 14–15 April 2026. Kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih ini mengangkat tema "Suara Kita, Masa Depan Bangsa : Menjadi Pemilih Cerdas dan Berdaulat ". Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Bandung Barat, serta Sekretaris KPU Kabupaten Bandung Barat. Sosialisasi ini diikuti oleh mantan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Bandung Barat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas partisipasi pemilih.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak, khususnya jajaran KPU Provinsi Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa sosialisasi pendidikan pemilih merupakan kegiatan rutin yang penting untuk terus dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kepemiluan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Sekretaris KPU Kabupaten Bandung Barat yang baru serta memperkuat koordinasi kelembagaan.
Gambar 1. Ketua KPU Bandung Barat beri sambutan sekaligus membuka kegiatan
Selanjutnya, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat Eko Iswantoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Bandung Barat yang telah menyelenggarakan sosialisasi secara tatap muka. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas pemilih sehingga dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas. Selain itu, disampaikan pula harapan agar penyelenggaraan pemilu ke depan dapat berjalan dengan prinsip “zero conflict”, “zero sengketa”, dan menjunjung tinggi etika demokrasi.
Gambar 2. Sambutan Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat
Sementara itu, Arahan dari Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat Hedi Ardia menekankan pentingnya menjaga integritas dan akuntabilitas sebagai penyelenggara pemilu. Disampaikan pula bahwa kedekatan dengan berbagai pihak harus tetap diimbangi dengan sikap profesional, sehingga kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu dapat terus terjaga.
Gambar 3. Arahan dari Kadiv Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Barat
Pada sesi materi, empat narasumber menyampaikan berbagai perspektif terkait pendidikan pemilih dan dinamika demokrasi. Materi pertama disampaikan oleh Devi Suryani, S.H., M.H. dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung yang memaparkan dasar hukum kepemiluan, pentingnya partisipasi masyarakat, serta konsep demokrasi sebagai sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Selanjutnya, Fahmy Iss Wahyudy, selaku Dosen dan Researcher di Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC), menyampaikan kondisi partisipasi pemilih yang masih fluktuatif, fenomena politik uang, serta pentingnya pendidikan pemilih sebagai bagian dari pendidikan politik untuk membentuk masyarakat yang cerdas, partisipatif, dan bertanggung jawab.
Gambar 4. Pemaparan materi dari narasumber pada sesi pertama
Sementara itu, materi berikutnya disampaikan oleh Yosep Yusdiana yang mengulas tantangan demokrasi modern, termasuk pengaruh teknologi dan perubahan pola partisipasi masyarakat yang cenderung pragmatis. Ia menekankan pentingnya membangun pemilih yang kritis, rasional, dan berdaulat. Materi terakhir disampaikan oleh Iing Nurdin, Drs., M.Si., Ph.D., Dosen FISIP UNJANI, yang memaparkan strategi pendidikan pemilih secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak, serta indikator keberhasilan dalam meningkatkan kualitas demokrasi, seperti menurunnya praktik politik uang dan meningkatnya literasi politik masyarakat.
Gambar 5. Pemaparan materi dari narasumber pada sesi kedua
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Dalam sesi ini, para peserta yang merupakan mantan PPK menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, serta pengalaman lapangan terkait pelaksanaan pemilu. Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang berbagi pengetahuan serta evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di masa mendatang.
Gambar 6. Sesi tanya jawab dan diskusi dengan peserta
Gambar 7. Penutupan kegiatan oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Barat sekaligus sesi foto bersama
Sebagai penutup, kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Tahun 2026 ditutup secara resmi oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat. Dalam penutupannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam membangun kesadaran politik masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat terwujud pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas, sehingga mampu mendukung terciptanya pemilu yang demokratis, jujur, dan berkualitas di Kabupaten Bandung Barat.(ics)
Selengkapnya