Berita Terkini

2876

Tok! KPU KBB Tetapkan dan Umumkan Pemenang di Pilgub Jabar, ini Rincian Perolehan Suaranya

KPU BANDUNG BARAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara resmi menetapkan pasangan pemenang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Bandung Barat. Tepat pada pukul 00.37 WIB dini hari, KPU KBB mengumumkan pemenang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, yakni pasangan nomor urut 4, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan dengan perolehan suara sebanyak 638.500. Di posisi kedua, diisi pasangan nomor urut 3, Akhmad Syaikhu dan Ilham Habibie dengan perolehan suara 127.216. Selanjutnya, pasangan nomor urut 2, Jeje Wiriadinata dan Ronal Surapradja dengan perolehan suara 94.304 dan posisi terakhir ditempati pasangan nomor urut 1, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina dengan perolehan suara 55.531. "Alhamdulillah berdasarkan hasil rekapitulasi hari ini kami sudah menetapkan pasangan pemenang pada Pilgub Jabar 2024," kata Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman, Kamis 5 Desember 2024 dini hari.   Sebagaimana diketahui bersama, jelas Ripqi, semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat sudah membacakan berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan. "Kemudian kita akumulasikan menjadi rekapitulasi hasil suara di tingkat kabupaten baik untuk calon gubernur dan wakil gubernur calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Bandung Barat," ujarnya. Adapun untuk perolehan hasil perorangan yang pihaknya rekap di tingkat kabupaten untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat untuk pasangan nomor urut 1 memperoleh suara 55.531, pasangan nomor urut 2 memperoleh 94.304. "Kemudian untuk paslon nomor urut 3 memperoleh suara 127.216 dan pasangan nomor urut 4 memperoleh 638.500 suara," sebut Ripqi. "Artinya, yang paling besar suaranya adalah pasangan nomor urut 4 untuk calon Gubernur dan Wak Gubernur Jawa Barat," ujarnya. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
1191

Partisipasi Pemilih di KBB Masuk 10 Besar di Jabar, ini Urutannya

KPU BANDUNG BARAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyampaikan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Jawa Barat mencapai angka 72,18 persen. Diketahui, dari total 35.925.960 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di seluruh kabupaten/kota, sebanyak 22.638.168 masyarakat hadir untuk memberikan suaranya dengan tingkat partisipasi rata-rata mencapai 68,06 persen. Adapun 10 besar daerah dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi, antara lain: 1. KPU Kabupaten Pangandaran tingkat partisipasi pemilih 78,42 persen 2. KPU Kota Tasikmalaya tingkat partisipasi 76,91 persen 3. KPU Kabupaten Majalengka tingkat partisipasi 76,44 persen 4.   KPU Kabupaten Sumedang tingkat partisipasi 74,27 persen 5.   KPU Kabupaten Purwakarta tingkat partisipasi 74,01 persen 6.   KPU Kabupaten Bandung tingkat partisipasi 72,85 persen 7.   KPU Kabupaten Bandung Barat tingkat partisipasi 72,18 persen 8.   KPU Kota Banjar tingkat partisipasi 71,79 persen 9.   KPU Kota Cimahi tingkat partisipasi 71,71 persen 10.   KPU Kabupaten Garut tingkat partisipasi 70,84 persen  Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat, Ripqi Ahmad Sulaeman menyebut tingkat partisipasi pemillih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 mencapai angka 72,18 persen. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, KPU KBB menemukan adanya sejumlah faktor yang membuat partisipasi pemilih berkurang, yakni lantaran kondisi cuaca ekstrem yang menerjang wilayah Bandung Barat dan berkurangnya jumlah Tempat Pemungutan Suara atau TPS. "Tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada di KBB ini diangka 72,18 persen dari keseluruhan Pilkada di Jawa Barat," kata Ripqi saat ditemui, Rabu 4 Desember 2024. Sementara untuk partisipasi yang paling baik di 16 kecamatan ini, yakni Kecamatan Lembang dengan tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 79 persen. "Kalau untuk rata-rata partisipasi pemilih yang di bawah 70 persen itu berada di wilayah selatan Bandung Barat," ucapnya. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menurut pengamatannya menjadi pemicu kurangnya partisipasi pemilih. Hal tersebut kemudian harus menjadi bahan kajian dan evaluasi bagi pihaknya. "Pertama berkaitan dengan pemetaan TPS di mana kalau dibandingkan dengan Pemilu, dalam satu TPS pemilihnya ada 300 orang," tuturnya. "Artinya kebutuhan TPS lebih banyak, sehingga untuk memetakan TPS di lokasi-lokasi terpencil bisa dilakukan dan lebih dekat," sambungnya. Sedangkan, lanjut Ripqi, pada Pilkada Serentak 2024 kali ini satu TPS maksimal pemilihya sebanyak 600 dan jumlah TPSnya pun berkurang. "Jadi yang tadinya 1 RW ada 2 TPS menjadi 1 TPS saja. Itu karena jumlah pemilihnya kurang dari 600. Belum lagi jarak rumah penduduk ke TPS mungkin agak jauh," paparnya. Termasuk, sambung Ripqi, kondisi cuaca jelang pencoblosan juga turut mempengaruhi. Satu hari sebelum pemungutan suara Bandung Barat diguyur hujan. Akibatnya, kondisi jalan menjadi becek dan licin, di tambah akses yang kurang baik juga mempengaruhi partisipasi pemilih. "Tapi kita bangga meskipun diangka 72,18 persen, KBB masuk 10 besarr partisipasi pemilih terbaik di Jawa Barat," tandasnya. (Media Center KPU KBB)   


Selengkapnya
129

Hadiri Pembukaan Rapat Pleno Terbuka, Adie Saputro Berikan Pesan ini untuk Para Paslon

v KPU BANDUNG BARAT - Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Barat Adie Saputro memiliki harapan besar pada kegiatan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Perolehan Suara  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat Tahun 2024. Pasalnya, rapat pleno terbuka ini merupakan tahapan penting untuk ditetapkan sesuai ketentuan. "Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) setelah sekian lama penyelenggaraan Pilkada yang tidak full karena pada tahun ini beriirisan dengan tahapan Pemilu," kata Adie dalam sambutannya. Bahkan, menurutnya, meski para legislatif sampai Presiden dan Wakil Presiden RI sudah dilantik, namun residunya masih terlihat. "Mudah-mudahan ini tidak mengakibatkan efek lain pada proses Pilkada Serentak 2024 ini," imbuhnya. Sesuai tahapan, sambung Adie, tahapan pelaksanaan perhitungan dan perolehan suara baik Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahapan dilaksanakan sejak 29 November hingga 6 Desember 2024. "Hari ini KPU KBB melaksanakan rapat pleno di tanggal 4 Desember 2024 dan tentu ini masih tahapan pleno kabupaten/kota," katanya. Di sisi lain, Adie mengaku, Kabupaten Bandung Barat merupakan rumahnya, sehingga pelaksanaan Pilkada termasuk tahapan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara ini bisa berjalan dengan lancar. "Sebagaimana yang pernah disampaikan, Pemilu ini merupakan sebuah momen kontestasi yang legal, sehingga kami berharap seluruh paslon dan stakeholeder bisa menjaga persatuan dan kesatuan," ujarnya. "Termasuk menjaga stabilitas agar penyelenggaraan Pilkada ini bisa berjalan dengan kondusif," ucapnya. Adie menilai, terselenggaranya Pilkada ini tidak terlepas dari sinergitas dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat yang ada. "Karena Pilkada ini merupakan hajat bersama, maka sudah seyogiyanya kita bersama bisa mewujudkan hajat ini agar bisa sukses tanpa ekses," ujarnya. Kemudian, apabila ada pihak-pihak yang masih belum bisa menerima hasil, maka bisa melakukan atau menempuh mekanisme sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku. "Saya berharap kepada para paslon untuk mari bersama-sama kita mengawal, menjaga dan menuntaskan tahapan Pilkada ini dengan baik," ucapnya. "Tujuannya agar perhelatan pesta demokrasi di negara yang kita cintai ini bisa berjalan dengan damai," sambungnya. (Media Center KPU KBB KPU BANDUNG BARAT - Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Barat Adie Saputro memiliki harapan besar pada kegiatan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Perolehan Suara  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat Tahun 2024. Pasalnya, rapat pleno terbuka ini merupakan tahapan penting untuk ditetapkan sesuai ketentuan. "Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) setelah sekian lama penyelenggaraan Pilkada yang tidak full karena pada tahun ini beriirisan dengan tahapan Pemilu," kata Adie dalam sambutannya. Bahkan, menurutnya, meski para legislatif sampai Presiden dan Wakil Presiden RI sudah dilantik, namun residunya masih terlihat. "Mudah-mudahan ini tidak mengakibatkan efek lain pada proses Pilkada Serentak 2024 ini," imbuhnya. Sesuai tahapan, sambung Adie, tahapan pelaksanaan perhitungan dan perolehan suara baik Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahapan dilaksanakan sejak 29 November hingga 6 Desember 2024. "Hari ini KPU KBB melaksanakan rapat pleno di tanggal 4 Desember 2024 dan tentu ini masih tahapan pleno kabupaten/kota," katanya. Di sisi lain, Adie mengaku, Kabupaten Bandung Barat merupakan rumahnya, sehingga pelaksanaan Pilkada termasuk tahapan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara ini bisa berjalan dengan lancar. "Sebagaimana yang pernah disampaikan, Pemilu ini merupakan sebuah momen kontestasi yang legal, sehingga kami berharap seluruh paslon dan stakeholeder bisa menjaga persatuan dan kesatuan," ujarnya. "Termasuk menjaga stabilitas agar penyelenggaraan Pilkada ini bisa berjalan dengan kondusif," ucapnya. Adie menilai, terselenggaranya Pilkada ini tidak terlepas dari sinergitas dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat yang ada. "Karena Pilkada ini merupakan hajat bersama, maka sudah seyogiyanya kita bersama bisa mewujudkan hajat ini agar bisa sukses tanpa ekses," ujarnya. Kemudian, apabila ada pihak-pihak yang masih belum bisa menerima hasil, maka bisa melakukan atau menempuh mekanisme sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku. "Saya berharap kepada para paslon untuk mari bersama-sama kita mengawal, menjaga dan menuntaskan tahapan Pilkada ini dengan baik," ucapnya. "Tujuannya agar perhelatan pesta demokrasi di negara yang kita cintai ini bisa berjalan dengan damai," sambungnya. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
187

Rapat Pleno Terbuka Tungsura Tingkat Kabupaten Dimulai, Ketua KPU KBB Apresiasi Semua Pihak yang Terlibat

KPU BANDUNG BARAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Perolehan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat Tahun 2024. Digelar di Kampoeng Legok Resort Lembang pada Rabu 4 Desember 2024, rekapitulasi penghitungan suara turut dihadiri Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Barat Adie Saputro, jajaran Komisioner dan Sekretariat KPU Kabupaten Bandung Barat, jajaran Forkopimda KBB, saksi dari paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat. "Hari ini adalah agenda yang tentu saja termasuk tahapan penting dalam proses Pilkada di Jawa Barat dan di Kabupaten Bandung Barat," kata Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman dalam sambutannya. Ripqi menjelaskan, rekapitulasi di tingkat kabupaten ini merupakan tahapan yang tentu saja hasil keputusannya itu adalah hasil daripada keputusan yang sudah diputuskan di tingkat PPK. "PPK memutuskan apa yang sudah disepakati atau diplenokan di tingkat KPPS. Artinya kita hari ini memutuskan hasil daripada Pilkada baik pemilihan gubernur dan wakil gubernur pemilihan bupati dan wakil bupati itu hasil keputusan masyarakat kabupaten bandung barat yang ditentukan dipilih suara pada tanggal 27 November 2024," jelas Ripqi. Menurutnya, pihaknya hanya memastikan bahwa proses pemilihan proses pemungutan suara dan penghitungan suara dari setiap tingkatan itu sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh KPU RI. "Oleh karena itu sekali lagi dalam kesempatan hari ini saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada rekan-rekan PPK, kepada rekan-rekan PPS dan KPPS yang sudah melaksanakan proses pemungutan dan penghitungan suara sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya. Termasuk apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, seperti jajaran Forkopimda KBB dan semua lembaga yang turut membantu atas terselenggaranya proses Pilkada di KBB dengan sukses. "Kepada kepolisian kepada TNI/Polri di semua lembaga yang sudah ikut membantu tentunya memang tidak ada kata yang sebanding dengan apa yang saya sampaikan selain daripada ucapan doa," ucapnya. "Semoga apa yang sudah kita laksanakan, semoga keterlibatan kita dalam proses tahapan Pilkada khususnya di KBB menjadi catatan sejarah penting menjadi catatan ibadah yang hanya Allah lah yang nanti akan membalasnya," imbuhnya. Pihaknya berharap, proses pleno di tingkat kabupaten pun yang akan kita laksanakan hari ini bakal dutetapkan besok tanggal 5 Desember 2024.  "Mudah-mudahan berjalan dengan lancar dan tidak lupa kepada para saksi juga saya haturkan terima kasih sudah hadir," ungkapnya. (Media Center KPU KBB)  


Selengkapnya
161

KPU KBB Targetkan Penghitungan di Dua Kecamatan ini Rampung pada Rabu 3 Desember 2024

KPU BANDUNG BARAT- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih terus melakukan rekapitulasi suara Pilkada Serentak 2024 secara berjenjang dari tingkat terkecil TPS ke tingkat kabupaten. Hingga saat ini, KPU telah menuntaskan penghitungan suara hasil pemilihan bupati Bandung Barat dan gubernur Jawa Barat di 14 kecamatan.  Rekapitulasi suara di tingkat kabupaten tinggal menunggu rekapitulasi di 2 kecamatan yakni Padalarang dengan total 251 TPS dan kecamatan Cisarua dengan total 109 kecamatan. KPU menargetkan, penghitungan di dua kecamatan ini rampung, pada Rabu 3 Desember 2024. "Rekapitulasi suara masih terus berlangsung. Progres hingga hari ini kami telah menuntaskan penghitungan di 14 kecamatan. Sisa tinggal 2 kecamatan yakni Padalarang dan Cisarua. Jadi kalau dipresentasikan baru selesai 93 persen dari 2.560 total TPS," kata Ketua KPU Bandung Barat Ripqi Ahmad Sulaeman. Menurutnya, setelah rampung penghitungan suara di 16 kecamatan Bandung Barat, KPU menjadwalkan rekapitulasi suara tingkat kabupaten, pada tanggal 4-6 Desember 2024. Setelah itu dilakukan, KPU baru bisa menatapkan secara resmi raihan suara masing-masing calon kepala daerah.  "Informasi dari teman-teman PPK Padalarang dan Cisarua rekapitulasi bisa tuntas malam ini. Jadi kalau itu beres, tanggal 4-6 kita lakukan rekapitulasi suara tingkat kabupaten. Nah di sana baru kita bisa putusan secara resmi raihan suara masing-masing calon," tambahnya.  Ripqi menerangkan pelaksanaan Pilkada Serentak secara umum berjalan lancar, baik dari tahapan distribusi, pencoblosan, penghitungan suara, hingga pergeseran kembali logistik dari TPS ke gudang KPU. Tak ada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSL/PSU) akibat kesalahan teknis atau faktor bencana.  "Semua potensi hambatan telah dimitigasi sejak dini. Misalnya akibat bencana sejak awal kita sudah antisipasi dengan pemindahan lokasi TPS. Pada hari H memang sempat ada kendala bencana di TPS Rajamandala Kulon, Cipatat, tapi itu pun langsung di antisipasi dengan pemindahan lokasi TPS ke tempat wisata Sanghyang Heuleut," jelas Ripqi. Jika melihat hasil rekapitulasi di 14 kecamatan di Bandung Barat, KPU memprediksi tingkat partisipasi pemilih di Pilkada tahun ini turun dibanding tahun 2018. Antusiasme masyarakat pergi ke TPS pada Pilkada Serentak 2024 berada dikisaran 72 persen atau terpaut 4 poin dari tahun 2018 yang mencapai 77 persen.  "Kalau di lihat dari 14 kecamatan yang sudah selesai rekapitulasi, tingkat partisipasi mencapai 72 persen. Tapi ini belum pasti karena masih menunggu dua kecamatan lagi. Jadi angka partisipasi akan resmi terlihat nanti kalau kita sudah rekapitulasi di tingkat kabupaten," tandasnya. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
107

Antisipasi Surat Suara Rusak Akibat Hujan Deras, Ketua KPU KBB Imbau PPS dan PPK Lakukan Penyesuaian Waktu Pengembalian Logistik

KPU BANDUNG BARAT - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikhawatirkan berpotensi memicu sejumlah bencana seperti banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang. Di waktu yang bersamaan, para penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kabupaten Bandung Barat tengah disibukan dengan pengembalian logistik kotak suara hasil pleno dari tingkat PPK atau kecamatan ke Gudang Logistik KPU Bandung Barat yang berlokasi di Kampung Cibingbin RT05/04, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Alhasil, kondisi tersebut dikhawatirkan bakal berdampak pada proses arus balik logistik kotak suara Pilkada Serentak 2024. Terutama kerusakan surat suara akibat logistik yang kebasahan maupun kotor. Guna mengantisipasi hal itu, Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat, Ripqi Ahmad Sulaeman mengimbau kepada seluruh penyelenggara baik ditingkat PPS maupun PPK agar dalam proses arus balik logistik atau pendistribusian logistik dari desa ke kecamatan itu harus disesuaikan dengan kondisi cuaca di masing-masing wilayah. "Itu harus dilakukan agar masing-masing logistik yang didistribusikan baik ke masing-masing kecamatan maupun ke Gudang Logistik KPU KBB terhindar dari kerusakan," kata Ripqi. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para petugas baik pihak penyelenggara maupun keamanan senantiasa berhati-hati supaya dalam proses perjalanan pengembalian distribusi logistik ini berjalan dengan lancar dan selamat. "Hati-hati kalau misalkan melintas jalan karena kemarin ada peristiwa kecelakaan. turut berduka cita yang mendalam bagi petugas linmas yang mengalami kecelakaan," ujarnya. "Ini menjadi pelajaran untuk penyelenggara yang lainnya supaya berhati-hati dan terhindar dari kecelakaan," sambungnya. Proses distribusi pengembalian logistik surat suara Pilkada serentak hasil pemungutan suara pada 27 November 2024 dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ke Gudang Logistik KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah berlangsung. Hingga 1 Desember 2024, sebanyak 6 kecamatan di wilayah Bandung Barat telah menyetorkan logistik, termasuk surat suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Adapun enam kecamatan yang telah mengembalikan logistik, di antaranya Kecamatan Ngamprah, Kecamatan Saguling, Kecamatan Sindangkerta, Kecamatan Batujajar, Kecamatan Cihampelas dan Kecamatan Cililin. Secara rinci, jumlah logistik kotak suara yang telah masuk ke Gudang Logistik KPU KBB, yakni Kecamatan Ngamprah jumlah desa 11, jumlah TPS sebanyak 241, dan jumlah kotak suara sebanyak 482, Kecamatan Saguling jumlah desa 6, jumlah TPS sebanyak 47 dan jumlah kotak suara sebanyak 94. Kecamatan Sindangkerta jumlah desa 11, jumlah TPS sebanyak 107 dan jumlah kotak suara sebanyak 214. Kecamatan Batujajar jumlah desa 7, jumlah TPS sebanyak 143 dan jumlah kotak suara sebanyak 286. Kecamatan Cihampelas jumlah desa 10, jumlah TPS sebanyak 188 dan jumlah kotak suara sebanyak 376. Kecamatan Cililin jumlah desa 11, jumlah TPS sebanyak 153 dan jumlah kotak suara sebanyak 306.  Sementara pada tanggal 2 Desember 2024, rencananya ada empat kecamatan yang akan melakukan pengembalian logistik kotak suara, yakni Kecamatan Rongga, Kecamatan Gununghalu, Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Cipeundeuy. Untuk Kecamatan Rongga jumlah desa sebanyak 8, jumlah TPS sebanyak 99 dan jumlah kotak suara sebanyak 198. Kecamatan Gununghalu jumlah desa 9, jumlah TPS sebanyak 110 dan jumlah logistik kotak suara sebanyak 220. Kecamatan Cipongkor jumlah desa 14, jumlah TPS sebanyak 133 dan jumlah logistik kotak suara sebanyak 266 dan Kecamatan Cipeundeuy jumlah desa 12, jumlah TPS sebanyak 122 dan jumlah logistik kotak suara sebanyak 244.*** (Media Center KPU KBB)  


Selengkapnya