Berita Terkini

168

PPS Cicadas Tinjau Lokasi TPS Sulit Akses di Batas Bandung Barat-Cianjur

KPU BANDUNG BARAT, -- Panitian Pemungutan Suara (PPS) Desa Cicadas, Kacamatan Rongga melakukan peninjauan lokasi tempat pemungutan suara (TPS) di tapal batas Bandung Barat-Cianjur tepatnya di Kampung Cipiring, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, pada Minggu 11 Agustus 2024. TPS 13 Kampung Cipiring merupakan satu dari 3 TPS di Kecamatan Rongga masuk kategori sulit akses disebabkan infrastruktur jalan belum memadai.  Sebagai informasi, Panitia Pemilihan Kecamatan atau PPK Rongga, telah memetakan 3 lokasi TPS paling sulit diakses yakni TPS 05 Kampung Langkob, Desa Bojongsalam, TPS 13 Kampung Cipiring, Desa Cicadas, dan TPS 05 Kampung Babakan Jampang Desa Cibitung. "Jadi kita tinjau lokasi paling strategis pembuatan TPS kira-kira di mana, sekaligus merinci potensi hambatan yang bisa terjadi dalam proses distribusi logistik Pilkada Serentak," kata Ketua PPS Cicadas, Hadi Sukmara saat ditemui di lokasi.  Hasilnya, PPS punya beberapa opsi lokasi TPS dan sejumlah strategi dalam pendistribusian logistik. Dari sekian alternatif opsi lokasi TPS, PPS besar kemungkinan menggunakan halaman atau gedung SDN Gentra Mukti kelas jauh, karena selain dekat dengan pemilih, tempat ini bisa jadi pelindung tatkala terjadi cuaca ekstrem.  "Kalau lokasi TPS kemungkinan besar memakai halaman atau gedung SD. Di sini lebih aman dan dekat dengan warga," jelas Hadi.  Perjalanan menuju Kampung Cipiring memang cukup sulit. Petugas PPS mesti menempuh jarak sekitar 9 kilometer dari kantor desa Cicadas melewati pesawahan dan hutan belantara. Kondisi jalan ke lokasi ini terjal di penuhi turunan dan tanjakan serta kiri-kanan jalan diapit bukit atau jurang curam. Kontur jalan juga berbeda, ada yang masih penuh bebatuan, tanah merah, dan sebagian kecil sudah dicor.  "Jadi dari kantor desa itu waktu tempuhnya 45 menit kalau kondisi cuaca cerah beberapa hari sebelumnya. Namun kalau hujan, mungkin bisa sampai 1 jam lebih karena licin," jelas Hadi.  Pihaknya menyiapkan skema pengangkut logistik dengan sepeda motor angkutan pertanian yang sudah dimodifikasi penduduk. Motor itu diharap bisa menembus jalur curam. Tapi jika angkutan motor tak memungkinkan, pihaknya terpaksa angkut logistik dengan opsi terakhir yakni dengan cara dipikul.  "Maka dalam proses pendistribusian logistik, kami akan sangat mempertimbangkan cuaca," tambahnya. Berdasarkan hasi pendataan, Daftar Pemilih Sementara atau DPS di RW 12 Kampung Cipiring ada 311 orang dengan rincian 161 Laki-laki dan 160 orang perempuan. Pemilu tahun sebelumnya, jumlah pemilih di tempat ini mencapai 400 lebih, namun karena ada proyek strategi nasional PLTA Upper Cisokan, sejumlah warga pindah imbas terdampak gusuran. "Awalnya kita akan tarik TPS di RW sebelah, tapi ini tak memungkinkan nanti banyak warga yang berpotensi gak akan hadir kalau TPS di RW sebelah karena lokasinya jauh sekali. Makanya kita putuskan bahwa di sini tetap dibuat TPS meski jumlahnya hanya 300," tandasnya. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
107

KPU Bandung Barat Persiapkan Tahapan Pemutakhiran Data Setelah Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada 2024

KPU BANDUNG BARAT - Setelah penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada 2024 pada Sabtu pagi, KPU Bandung Barat kini fokus pada tahapan pemutakhiran data pemilih. Proses ini menjadi kunci untuk memastikan keakuratan data sebelum pemilihan yang akan datang. Dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Lembar Asri, diumumkan bahwa jumlah DPS untuk Pilkada 2024 mencapai 1.310.401 pemilih. Data ini mencakup 165 desa di Bandung Barat dengan total 2.562 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kecamatan Lembang memiliki jumlah pemilih terbanyak dengan 144.340 orang, sementara Kecamatan Saguling memiliki jumlah pemilih terendah yaitu 25.881 orang. Ketua KPU Bandung Barat, Ripqi Ahmad Sulaeman, menjelaskan bahwa tahapan selanjutnya setelah penetapan DPS adalah pemutakhiran data. "Tahapan selanjutnya setelah ini kita lakukan pemutakhiran data kembali, dan nanti produknya akan menjadi DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan). Setelah DPSHP, ada satu tahapan lagi yaitu DPT (Daftar Pemilih Tetap)," ungkap Ripqi, Sabtu 10 Agustus 2024. Proses pemutakhiran data ini melibatkan verifikasi ulang informasi pemilih yang terdaftar dalam DPS. Tim KPU akan bekerja sama dengan perangkat desa dan kecamatan untuk mengecek fakta, termasuk mengidentifikasi dan menghapus data ganda atau tidak valid. "Kami akan melakukan imbauan kepada badan ad hoc kita. Kami memiliki waktu kurang lebih dua bulan untuk melakukan pemutakhiran data hingga penetapan DPT," tambah Ripqi. Ripqi juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dua bulan tersebut dengan sebaik-baiknya. "Kami imbau agar dua bulan ini digunakan dengan maksimal untuk pemutakhiran data. Jika ada pemilih yang belum terakomodir, segera diakomodir. Jangan sampai nanti banyak DPK (Daftar Pemilih Khusus) karena pemilih yang belum terakomodir. Kami targetkan untuk bersih dari DPK, oleh karena itu harus dilakukan penyisiran ke lapangan untuk mengakomodir pemilih yang belum masuk DPT," tegasnya. KPU Bandung Barat juga akan membuka saluran komunikasi bagi masyarakat untuk melaporkan ketidaksesuaian atau masalah terkait data pemilih. Proses pemutakhiran ini diharapkan dapat memperbaiki dan memastikan setiap warga negara yang berhak memilih terdaftar dengan benar. Sebagai bagian dari persiapan, KPU akan menggelar pelatihan bagi petugas pemutakhiran data di tingkat kecamatan dan desa. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan semua petugas memahami prosedur dan standar yang harus dipenuhi dalam proses pemutakhiran. Dengan tahapan pemutakhiran data yang matang, KPU Bandung Barat berharap dapat menetapkan daftar pemilih tetap yang akurat dan meminimalisir potensi masalah dalam pemilihan mendatang. KPU akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan tahapan pemutakhiran data kepada publik. Dengan persiapan yang matang, KPU Bandung Barat yakin bahwa tahapan berikutnya akan berjalan dengan baik dan Pilkada 2024 dapat dilaksanakan dengan sukses. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
112

KPU Bandung Barat Gelar Pleno Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada 2024

KPU BANDUNG BARAT,– KPU Bandung Barat menyelenggarakan rapat pleno untuk penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada 2024, di Hotel Lembar Asri, pada Sabtu 10 Agustus 2024. Acara ini merupakan bagian penting dari tahapan Pilkada yang bertujuan untuk memastikan data pemilih sementara yang akurat dan valid. Dalam pleno tersebut, KPU Bandung Barat mengumumkan bahwa jumlah DPS untuk Pilkada 2024 mencapai 1.310.401 pemilih. Data ini mencakup wilayah yang tersebar di 165 desa 16 Kecamatan dengan total 2.562 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Penetapan ini merupakan langkah krusial dalam memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan mendatang. Kecamatan Lembang mencatat jumlah pemilih terbanyak dengan total 144.340 orang, sedangkan Kecamatan Saguling memiliki jumlah pemilih terendah sebanyak 25.881 orang. Distribusi pemilih yang bervariasi ini menunjukkan kompleksitas dan tantangan dalam proses pemilihan di berbagai kecamatan di Bandung Barat. Ketua KPU Bandung Barat, Ripqi Ahmad Sulaeman, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa rapat pleno hari ini bertujuan untuk merekapitulasi daftar pemilih sementara tingkat kabupaten. "Agenda hari ini adalah rapat pleno untuk rekapitulasi DPS. Kami telah membacakan data dari seluruh 16 kecamatan dan menetapkan rekapitulasi tersebut," ujarnya. Ripqi juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara data DPS yang ditetapkan dan data dari Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP). “Meskipun ada beberapa perbedaan, kami telah melakukan koordinasi dengan Bawaslu untuk memastikan keakuratan data. Sebagian besar perbedaan disebabkan oleh masalah data ganda yang kini telah diperbaiki,” tambahnya. Koordinasi yang dilakukan antara KPU dan Bawaslu sangat penting untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam pemilihan benar-benar bersih dari kesalahan dan duplikasi. Proses sinkronisasi data ini bertujuan untuk menghindari potensi masalah yang dapat memengaruhi integritas pemilihan. “Data yang baru saja ditetapkan adalah hasil singkronisasi antara DPHP dan DPS. Kami berharap dengan langkah ini, proses pemilihan akan berjalan lebih lancar dan semua pemilih terdaftar dengan benar,” kata Ripqi.  Penetapan ini merupakan salah satu tahapan dalam memastikan kesiapan daftar pemilih sebelum pemilihan berlangsung. Dengan adanya penetapan DPS ini, diharapkan seluruh proses pemilihan dapat berjalan dengan lebih transparan dan adil. KPU Bandung Barat terus berkomitmen untuk menjaga kualitas dan integritas data pemilih demi kelancaran Pilkada 2024 yang akan datang. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
151

Lewat Sosialisasi dan Pendidikan Pasca Pemilu, KPU KBB Pentingnya Peran Pemilih Pemula dan Perempuan

KPU BANDUNG BARAT - Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pasca Pemilu yang digelar sejak 7 hingga 9 Agustus 2024 yang menyasar segmen pemilih disabilitas, pemilih pemula dan pemilih perempuan akhirnya selesai dilaksanakan. Diketahui, kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih pasca pemungutan suara kepada kelompok pemilih strategis dan rentan di daerah itu merupakan program dari KPU RI. Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman menjelaskan, sosialisasi ini dilaksanakan mulai April hingga Agustus 2024 di 38 lokus dan 21 provinsi di Indonesia. Untuk Jawa barat hanya dua, Kabupaten Bandung Barat dan Pangandaran. "Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara tatap muka dan diikuti 100 orang peserta yang berasal dari daerah pemilih pemula, perempuan, disabilitas, marginal, masyarakat adat, serta anggota pengurus parpol peserta Pemilu 2024," jelasnya. Sebelumnya, pada 7 Agustus 2024 puluhan pemilih difabel dengan berbagai se-Kabupaten Bandung Barat hadir untuk mengikuti sosialisasi dan pendidikan bagi pemilih. Tak hanya mendapatkan informasi tentang kepemiluan, mereka juga mengikuti simulasi tentang cara menyalurkan hak pilihnya dengan didampingi petugas. Selanjutnya, pada 8 Agustus 2024 sosialisasi dan pendidikan pemilih pasca Pemilu kembali digelar dengan menghadirkan pemilih pemula yang kembali digelar di Lembang Asri. Puluhan siswa yang merupakan perwakilan dari berbagai sekolah di Bandung Barat antusias dalam kegiatan yang merupakan program KPU RI ini. Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB), Deni Firman Rosadi mengatakan, keberadaan pemilih pemula atau gen z ini sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan daerah ketika mereka ikut partisipasi Pilkada serentak 2024 ini. "Ketika peran gen z ini dijalankan secara maksimal tentunya mereka ini penentu masa depan Bandung Barat karena mereka ini punya kelebihan dari sisi pengetahuan, terutama soal digital," katanya. Menurutnya, tinggal kepekaan mereka terhadap Pilkada ini bisa diimplementasikan secara visioner. Sebab, Deni meyakini gen z saat ini bisa mengakses digitalisasi dengan sangat mudah, sehingga mereka bisa mempengaruhi dan menjadi agen sosialisasi. "Kalau dulu ada money politik mungkin pemilih gen x masih bisa ter pengaruh. Sebaliknya, gen z bisa meminimalisir hal itu," jelasnya. Asalkan, lanjut Deni, mereka memaksimalkan potensi dirinya masing-masing dalam berpartisipasi kemungkinan partisipasi pemilih pemula bisa jadi 50 persen. Menurutnya, gen z bisa secara cerdas melakukan pengkajian para calon lebih mendalam seperti apa track recordnya. Sehingga bisa secara bijak dalam memilih. "Karena gen z bisa melakukan kajian dengan berbagai cara, seperti memanfaatkan media sosial dan digital lainnya untuk mengaji siapa bacalonnya," ucapnya. Pengaruh yang sama terhadap daerah juga tidak terlepas dari partisipasi peran perempuan dalam Pilkada serentak 2024 ini. Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi, jumlah DPS perempuan sebanyak 648.412 pemilih. Sedangkan laki-laki sebanyak 661.989, artinya selisih pemilih perempuan dengan laki-laki hanya 13.557 orang. "Perempuan sangat berpengaruh dan sama seperti gen z ketika mereka lebih objektif dalam memilih, karena sebenarnya perempuan bisa lebih peka," terang Deni. Namun, jangan sampai juga kaum perempuan terpengaruh ajakan-ajakan tanpa dasar, seperti rayuan dengan memberikan suap dalam bentuk barang maupun money politics. "Kalau peduli terhadap masa depan daerah maka hindari hal itu. Perempuan itu bisa memitigasi keadaan, perempuan juga bisa 50 persen mempengaruhi kondisi tersebut," tandasnya. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
101

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP, PPK Padalarang Tetapkan 134.041 Pemilih

KPU BANDUNG BARAT - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Padalarang menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Hasil Pemutakhiran (DPHP) Tingkat Kecamatan Padalarang, Rabu 7 Agustus 2024. Dipimpin Anggota PPK Padalarang Divisi Data, Sugiharto, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Hasil Pemutakhiran (DPHP) tersebut digelar di Aula Kecamatan Padalarang pada pukul 15.30 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Padalarang, Danramil Padalarang, Kapolsek Padalarang, Panwascam Padalarang, serta Ketua dan Anggota PPS se-Kecamatan Padalarang. "Berdasarkan hasil rapat pleno telah ditetapkan dan disepakati jumlah pemilih se-Kecamatan Padalarang dalam DPHP ini sebanyak 134.041 pemilih," kata Divisi Sosialisasi dan SDM PPK Padalarang, Friska Megya, Rabu 7 Agustus 2024. Friska menjelaskan, jumlah tersebut terbagi menjadi 251 Tempat Pemungutan Suara atau TPS dari 10 desa se-Kecamatan Padalarang. "Untuk jumlah laki-laki sebanyak 67.304 pemilih, sedangkan perempuan sebanyak 66.737 pemilih. Hasil pleno dibuat berita acara dan ditandatangani oleh PPK Kecamatan Padalarang," sebutnya. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
77

Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP, PPK Saguling Tetapkan 25.902 Pemilih

KPU BANDUNG BARAT - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Saguling menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Hasil Pemutakhiran (DPHP) Tingkat Kecamatan Saguling pada Rabu 7 Agustus 2024. Dipimpin Anggota PPK Saguling Divisi Data Maman, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP tersebut digelar di Aula Kecamatan Saguling pada pukul 13.00 WIB. Hadir dalam kegiatan ini Camat Saguling, Danramil Batujajar, Perwakilan dari Polsek Batujajar, Panwascam Saguling, serta Ketua dan Anggota PPS se-Kecamatan Saguling. "Berdasarkan hasil rapat pleno telah ditetapkan dan disepakati jumlah pemilih se-Kecamatan Saguling dalam DPHP ini sebanyak 25.902 pemilih," kata Divisi Sosialisasi dan SDM, Tuti Sulastri, Rabu 7 Agustus 2024. Tuti menyebut, jumlah tersebut terbagi menjadi 47 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 6 desa se-Kecamatan Cipeundeuy. "Jumlah laki-laki sebanyak 13.160 pemilih. Sedangkan jumlah perempuan sebanyak 12.742 pemilih. Hasil pleno dibuat berita acara dan ditandatangani oleh Ketua dan Anggota PPK Kecamatan Saguling," sebut Tri. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya