Berita Terkini

282

KPU KBB Resmi Lantik 80 Anggota PPK yang akan Bertugas pada Pilkada KBB 2024

KPU BANDUNG BARAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara resmi melantik 80 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang akan bertugas pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Puteri Gunung Hotel di Jl. Raya Tangkuban Parahu No.KM 16-17, Cibogo, Kec. Lembang, Bandung Barat, Kamis 16 Mei 2024. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ripqi Ahmad Sulaeman mengatakan, kebutuhan petugas PPK pada Pilkada KBB 2024 nanti tidak jauh berbeda dengan Pemilu pada Februari 2024 kemarin, yakni sebanyak 5 orang. "Hari ini kita melantik 80 petugas PPK yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB)," kata Ripqi usai pelantikan di Hotel Puteri Gunung, Lembang, Bandung Barat, Kamis 16 Mei 2024. Ripqi menjelaskan, anggota PPK yang dilantik hari ini adalah mereka yang lolos melewati berbagai tahapan sesuai ketentuan, terutama tes CAT dan wawancara. Setelah pelaksanaan tes CAT atau tertulis, lanjut Ripqi, pihaknya mengumumkan 15 besar yang lolos ke tes selanjutnya, yakni wawancara. "Usai tes wawancara ini, kita kembali umumkan 10 orang dari ranking pertama sampai kelima untuk selanjutnya kita lantik," jelasnya. Sementara itu, untuk ranking ke-6 hingga seterusnya bakal menjadi calon pengganti apabila dari PPK yang sudah dilantik ini ada yang mengundurkan diri ataupun alasan lainnya. "Kalau ada yang mundur kita lakukan pergantian antarwaktu (PAW) yang diambil dari ranking 6, 7 dan seterusnya," ucapnya. Saat ditanya soal jumlah anggota PPK lama yang kembali dilantik, Ripqi menuturkan, rata-rata di masing-masing PPK ada sekitar 2 hingga 3 orang. Namun, indikatornya dilihat dari kinerja mereka pada Pemilu 2024 kemarin. "Ke depan kita akan lakukan orientasi tugas untuk membangun bagaimana mereka bisa mengetahui tugas dan fungsi, serta wewenang di PPK," terangnya. "Selain itu, kita akan bangun integritas di masing-masing PPK," sambungnya. Tak hanya itu, KPU KBB pun bakal memberikan pembekalan kepada seluruh PPK berkaitan dengan tahapan Pilkada yang masih tersisa. "Karena terus terang saja tahapan ini sebagian sudah berjalan dan setelah itu kita akan sampaikan tahapan mana saja yang harus dilakukan oleh PPK," katanya. Kemudian, banyak tahapan-tahapan yang tentu saja akan melibatkan PPK. Bahkan, saat ini pihaknya tengah dalam proses perekrutan PPS. "Dalam rekrutmen PPS ini tentu kita membutuhkan bantuan dari PPK, untuk mengawasi tes tertulis atau CAT dan wawancara," ujarnya. Pada perekrutan dan calon peserta PPK dan PPS, sambung Ripqi, banyak generasi milenial yang terlibat. Hal ini tentu menjadi kesempatan buat mereka lebih tahu lagi bagaimana mengelola Pemilu ini. "Ini membuktikan mereka sudah semakin punya motivasi untuk terlibat menjadi penyelenggara Pemilu," ucapnya. (Media Center KPU KBB)


Selengkapnya
188

KPU KBB Apresiasi Siswa Peduli Demokrasi

KPU KBB Apresiasi Siswa Peduli Demokrasi Bandung Barat – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengapresiasi kepedulian siswa SMAN 1 Cisarua (Smancis) KBB dalam upayanya mengkampanyekan demokrasi di kalangan generasi Z serta generasi milenial. Generasi Z sendiri merupakan generasi terbaru dengan batasan kelahiran 1997-2012 sedangkan generasi milenial adalah mereka yang dilahirkan di era 1981-1996.  Tercatat, jumlah pemilih pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 di Kabupaten Bandung Barat  adalah sebanyak 1.317.866 pemilih. Sebanyak 24,06 persen atau setara dengan 317.091 orang pemilih adalah generasi Z, sedangkan jumlah pemilih yang berasal dari  generasi milenial adalah sebanyak 441.446 setara dengan 33,50 persen dari total pemilih di KBB.  “Kami sangat mengapresiasi upaya siswa Smancis dalam menambah bobot literasi demokrasi di Indonesia khususnya di Bandung Barat ini. Mereka telah turut serta mengkampanyekan pentingnya demokrasi walau langkah pertamanya hanya sebatas pada generasi Z dahulu. Kami yakin  akan menjadi energi positif pada pelaksanaan Pemilu 2024 ini,” beber Sekretaris KPU KBB, Olina Theresia Sinta Dewi di Kantor KPU Kabupaten Bandung Barat, Jumat (17/11) .  Kampanye yang dilakukan oleh siswa Smancis yang tergabung dalam eksskul   “student company” itu  adalah dengan mencetak konten edukatif demokrasi yang menarik dan menyenangkan melalui media sablon pada kaus.  “Kami mencetak kaos dari bahan ramah lingkungan. Kemudian kami cetak sablon kaos bertemakan demokrasi. Sehingga pengguna ataupun pembaca cetakan sablon kaos bisa menemukan informasi yang relevan terkait demokrasi. Ya, kami tentunya menolak golput, semoga saja upaya kami dalam mengkampanyekan pentingnya memilih dan berdemokrasi bisa membantu generasi Z untuk melek literasi demokrasi dan bisa mencoblos pada Pemilu  14 Februari mendatang,” beber siswa kelas XII MIPA Smancis,  Dede Siti Masriah didampingi rekannya Putri Nuralia Oktaviani di Kantor KPU Kabupaten Bandung Barat, Jumat (17/11)    Siswa Smancis dimaksud, mengembangkan pesan positif pada desain baju ecochic. Mereka berusaha menginspirasi pemilih pemula untuk aktif dalam proses pemilu bertemakan “Demokrasi dukung pelestarian lingkungan serta lebih mencintai akan kebudayaan Indonesia“.  “Untuk memudahkan akses informasi melalui kami memberikan akses QR Code pada setiap kaus yang kami bikin dengan  mengarahkan langsung ke situs web EcoChic. Sehingga pengunjung bisa mengakses lebih banyak konten edukatif dan mendalami pemahaman tentang kebudayaan di Jawa Barat dan juga edukasi demokrasi yang menarik dan menyenangkan,” tandasnya. (frank)


Selengkapnya
230

KPU Bekali Parpol Pemahaman Sengketa Hukum

Bandung Barat - Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Bandung Barat (KBB) membekali pemahaman upaya pencegahan sengketa hukum serta pemahaman konsolidasi kelembagaan terhadap parpol calon peserta Pemilu 2024 tingkat KBB, Selasa (4/10) kemarin.  Kegiatan ini dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat, Adie Saputro. Dalam sambutannya, menghimbau kepada seluruh partai politik calon peserta Pemilu agar mengawal seluruh proses tahapan Pemilu Tahun 2024 dengan baik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan dapat memahami serta melaksanakan peraturan dengan baik sehingga akan meminimalisir potensi masalah ataupun sengketa dalam penyelenggaraan pemilu. Konsolidasi aspek hukum terhadap parpol itu dilakukan pula untuk memberikan pemahaman yang komprehensif sehingga tercipta hubungan baik di antara peserta pemilu dengan KPU KBB sebagai penyelenggara Pemilu.  Pembekalan aspek hukum dilakukan KPU KBB dengan menghadirkan pengamat Pemilu dari Perludem, Fadli Ramadhan,  Hakim PTUN Bandung, Ayi Solehudin, dan dari Bawaslu KBB M. Firdaus Ibnu.  Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Barat , Agus Hasbi.  "Kegiatan ini kami lakukan untuk menciptakan kesepahaman kelembagaan bersama parpol calon peserta Pemilu 2024 sekaligus memberikan wawasan aspek hukum sehingga mampu mencegah perselisihan sejak dini, " ujar Kadiv Hukum KPU KBB, Rovi'i didampingi Kasubbag Hukum, Siti Nani Aisyah.  Adapun parpol yang menjadi peserta kegiatan itu, merupakan parpol calon peserta Pemilu 2024 yang terdata pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang hingga saat ini masih melalui tahapan proses verifikasi.  Dikatakan, konsolidasi kelembagaan dengan Parpol dalam implementasi peraturan kepemiluan dipandang sangat perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan sengketa Pemilu.  Kegiatan itu pun dihadiri seluruh anggota KPU KBB serta jajaran sekretariat KPU KBB. (frank)


Selengkapnya
346

Data Pemilih Pemula; KPU KBB Sasar Siswa Menengah Atas

Bandung Barat - Guna memperoleh data pemilih pemula yang signifikan, dalam Data Pemilih Berkelanjutan (DPB), KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyasar usia pemilih pemula yang berasal dari SMA/SMK dan MA yang berada di KBB.  Data pemilih tersebut dihasilkan dari pendataan pihak sekolah yang kemudian di sinkronisasi oleh operator Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) KPU KBB. Sinkronisasi dilakukan dengan mencocokkan NIK, No Kartu Keluarga serta elemen data penduduk lainnya sehingga tercatat sebagai pemilih baru di tempat domisilinya masing-masing.  Hingga akhir Juli ini, KPU KBB telah mencatat jumlah pemilih pada DPB sebanyak 1.211.735 orang yang tersebar pada 165 desa di 16 kecamatan se-KBB. Tercatat 602.022 orang di antaranya berjenis kelamin perempuan, DPB pada bulan ketujuh itu mencatat sebanyak 57 orang pemilih pemula.  "Kami bekerjasama dengan sejumlah sekolah pada beberapa kecamatan di KBB. Kedepan mudah-mudahan akan kami peroleh data maksimal yang berasal dari seluruh sekolah menengah di KBB, " ujar Ketua KPU KBB, Adie Saputro didampingi Kadiv Datin Yuga Wira Praja dan Kasubbag Perdatin Fren Satria Mulya di Sekretariat KPU KBB, Jumat (29/7).  Upaya tersebut dilakukan KPU KBB sesuai amanat PKPU No 6 tahun 2022 tentang Mutarlih. Pun diperkuat dengan upaya menarik kesadaran pemilih pemula untuk bisa mendaftarkan diri sebagai pemilih secara langsung pada aplikasi 'Lindungi Hakmu Mobile' yang bisa diunduh pada smart phone .  Aplikasi tersebut memiliki empat fitur yang dapat dimanfaatkan, antara lain Cek Data Pemilih, Rakapitulasi Data, Daftar Jadi Pemilih serta Lapor TMS.  Aplikasi Lindungi hakmu ini, bisa diakses melalui aplikasi mobile, pengguna dapat memasukan NIK kemudian akan muncul nama, NIK, dan lokasi TPS. Selain itu didalam aplikasi lindungi hakmu juga terdapat rekapitulasi data pemilih dari tingkat provinsi hingga TPS, tetapi data yang muncul tidak mencantumkan NIK secara lengkap untuk melindungi data masyarakat. frank


Selengkapnya
417

KPU Luncurkan Aplikasi Lindungi Hakmu

#TemanPemilih, yuk unduh aplikasi Lindungi Hakmu Mobile. Kini cek data pemilih lebih mudah, cepat dan aman setiap saat. Caranya sangat mudah: - Klik tautan berikut ini: https://bit.ly/LindungiHakmuMobile - Unduh dan install aplikasi Lindungi Hakmu Mobile pada smartphonemu #KPUmelayani #PemiluSerentak2024


Selengkapnya
575

Pemilih di Lembang Tembus 132.196 Orang

BANDUNG BARAT – Jumlah pemilih di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berdasar  Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) pada Mei 2022 mencapai 1.215.883 orang yang terdiri dari 612.395 orang pemilih laki-laki dan sebanyak 603.488 orang merupakan pemilih perempuan. Adapun jumlah pemilih terbanyak, tercatat berdomisili di Kecamatan Lembang yang menembus 132.196 orang pemilih. Wilayah Kecamatan Lembang sendiri terdiri dari 16 desa sekaligus wilayah dengan jumlah desa yang terbanyak di KBB Lembang ini terletak di antara perbatasan Kota Bandung, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung. Selain Kecamatan Lembang, tercatat Kecamatan Padalarang sebagai kecamatan yang terbanyak kedua jumlah pemilihnya. KPU KBB mencatat sebanyak 123.488 orang pemilih di Kecamatan Padalarang. Lalu diikuti Kecamatan Ngamprah yang memiliki pemilih sebanyak 119.219 orang pemilih. Adapun jumlah pemilih paling sedikit terdapat di Kecamatan Saguling yang memiliki enam desa dengan jumlah pemilih 23.483 orang. Data pemilih tersebut, hasil olah input data pemilih KPU KBB dari kegiatan DPB yang merupakan kegiatan rutin bulanan. “DPB ini program rutin, pembaruan data terus kami lakukan setiap hari. Kemudian kami publikasi setiap akhir bulan,” ujar Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Perdatin) KPU KBB, M Yuga Wira Praja didampingi Kasubbag Perdatin, Freni Satria Mulya di Kantor KPU KBB, Senin (30/5) Menurutnya, KPU KBB selalu berkomunikasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait olah dan input data pemilih. “Pelaporan masyarakat secara pribadi ataupun secara struktural terkait keberadaan pemilih baru ataupun penghapusan data pemilih karena pemilih meninggal dunia ataupun pindah domisili sangat kami nantikan,” tandas Yuga. KBB sendiri memiliki 16 Kecamatan dan 165 desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi dan Kota Bandung.  frank


Selengkapnya