Berita Terkini

254

KPU Bekali Parpol Pemahaman Sengketa Hukum

Bandung Barat - Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Bandung Barat (KBB) membekali pemahaman upaya pencegahan sengketa hukum serta pemahaman konsolidasi kelembagaan terhadap parpol calon peserta Pemilu 2024 tingkat KBB, Selasa (4/10) kemarin.  Kegiatan ini dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat, Adie Saputro. Dalam sambutannya, menghimbau kepada seluruh partai politik calon peserta Pemilu agar mengawal seluruh proses tahapan Pemilu Tahun 2024 dengan baik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan dapat memahami serta melaksanakan peraturan dengan baik sehingga akan meminimalisir potensi masalah ataupun sengketa dalam penyelenggaraan pemilu. Konsolidasi aspek hukum terhadap parpol itu dilakukan pula untuk memberikan pemahaman yang komprehensif sehingga tercipta hubungan baik di antara peserta pemilu dengan KPU KBB sebagai penyelenggara Pemilu.  Pembekalan aspek hukum dilakukan KPU KBB dengan menghadirkan pengamat Pemilu dari Perludem, Fadli Ramadhan,  Hakim PTUN Bandung, Ayi Solehudin, dan dari Bawaslu KBB M. Firdaus Ibnu.  Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Barat , Agus Hasbi.  "Kegiatan ini kami lakukan untuk menciptakan kesepahaman kelembagaan bersama parpol calon peserta Pemilu 2024 sekaligus memberikan wawasan aspek hukum sehingga mampu mencegah perselisihan sejak dini, " ujar Kadiv Hukum KPU KBB, Rovi'i didampingi Kasubbag Hukum, Siti Nani Aisyah.  Adapun parpol yang menjadi peserta kegiatan itu, merupakan parpol calon peserta Pemilu 2024 yang terdata pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang hingga saat ini masih melalui tahapan proses verifikasi.  Dikatakan, konsolidasi kelembagaan dengan Parpol dalam implementasi peraturan kepemiluan dipandang sangat perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan sengketa Pemilu.  Kegiatan itu pun dihadiri seluruh anggota KPU KBB serta jajaran sekretariat KPU KBB. (frank)


Selengkapnya
368

Data Pemilih Pemula; KPU KBB Sasar Siswa Menengah Atas

Bandung Barat - Guna memperoleh data pemilih pemula yang signifikan, dalam Data Pemilih Berkelanjutan (DPB), KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyasar usia pemilih pemula yang berasal dari SMA/SMK dan MA yang berada di KBB.  Data pemilih tersebut dihasilkan dari pendataan pihak sekolah yang kemudian di sinkronisasi oleh operator Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) KPU KBB. Sinkronisasi dilakukan dengan mencocokkan NIK, No Kartu Keluarga serta elemen data penduduk lainnya sehingga tercatat sebagai pemilih baru di tempat domisilinya masing-masing.  Hingga akhir Juli ini, KPU KBB telah mencatat jumlah pemilih pada DPB sebanyak 1.211.735 orang yang tersebar pada 165 desa di 16 kecamatan se-KBB. Tercatat 602.022 orang di antaranya berjenis kelamin perempuan, DPB pada bulan ketujuh itu mencatat sebanyak 57 orang pemilih pemula.  "Kami bekerjasama dengan sejumlah sekolah pada beberapa kecamatan di KBB. Kedepan mudah-mudahan akan kami peroleh data maksimal yang berasal dari seluruh sekolah menengah di KBB, " ujar Ketua KPU KBB, Adie Saputro didampingi Kadiv Datin Yuga Wira Praja dan Kasubbag Perdatin Fren Satria Mulya di Sekretariat KPU KBB, Jumat (29/7).  Upaya tersebut dilakukan KPU KBB sesuai amanat PKPU No 6 tahun 2022 tentang Mutarlih. Pun diperkuat dengan upaya menarik kesadaran pemilih pemula untuk bisa mendaftarkan diri sebagai pemilih secara langsung pada aplikasi 'Lindungi Hakmu Mobile' yang bisa diunduh pada smart phone .  Aplikasi tersebut memiliki empat fitur yang dapat dimanfaatkan, antara lain Cek Data Pemilih, Rakapitulasi Data, Daftar Jadi Pemilih serta Lapor TMS.  Aplikasi Lindungi hakmu ini, bisa diakses melalui aplikasi mobile, pengguna dapat memasukan NIK kemudian akan muncul nama, NIK, dan lokasi TPS. Selain itu didalam aplikasi lindungi hakmu juga terdapat rekapitulasi data pemilih dari tingkat provinsi hingga TPS, tetapi data yang muncul tidak mencantumkan NIK secara lengkap untuk melindungi data masyarakat. frank


Selengkapnya
441

KPU Luncurkan Aplikasi Lindungi Hakmu

#TemanPemilih, yuk unduh aplikasi Lindungi Hakmu Mobile. Kini cek data pemilih lebih mudah, cepat dan aman setiap saat. Caranya sangat mudah: - Klik tautan berikut ini: https://bit.ly/LindungiHakmuMobile - Unduh dan install aplikasi Lindungi Hakmu Mobile pada smartphonemu #KPUmelayani #PemiluSerentak2024


Selengkapnya
605

Pemilih di Lembang Tembus 132.196 Orang

BANDUNG BARAT – Jumlah pemilih di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berdasar  Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) pada Mei 2022 mencapai 1.215.883 orang yang terdiri dari 612.395 orang pemilih laki-laki dan sebanyak 603.488 orang merupakan pemilih perempuan. Adapun jumlah pemilih terbanyak, tercatat berdomisili di Kecamatan Lembang yang menembus 132.196 orang pemilih. Wilayah Kecamatan Lembang sendiri terdiri dari 16 desa sekaligus wilayah dengan jumlah desa yang terbanyak di KBB Lembang ini terletak di antara perbatasan Kota Bandung, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung. Selain Kecamatan Lembang, tercatat Kecamatan Padalarang sebagai kecamatan yang terbanyak kedua jumlah pemilihnya. KPU KBB mencatat sebanyak 123.488 orang pemilih di Kecamatan Padalarang. Lalu diikuti Kecamatan Ngamprah yang memiliki pemilih sebanyak 119.219 orang pemilih. Adapun jumlah pemilih paling sedikit terdapat di Kecamatan Saguling yang memiliki enam desa dengan jumlah pemilih 23.483 orang. Data pemilih tersebut, hasil olah input data pemilih KPU KBB dari kegiatan DPB yang merupakan kegiatan rutin bulanan. “DPB ini program rutin, pembaruan data terus kami lakukan setiap hari. Kemudian kami publikasi setiap akhir bulan,” ujar Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Perdatin) KPU KBB, M Yuga Wira Praja didampingi Kasubbag Perdatin, Freni Satria Mulya di Kantor KPU KBB, Senin (30/5) Menurutnya, KPU KBB selalu berkomunikasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait olah dan input data pemilih. “Pelaporan masyarakat secara pribadi ataupun secara struktural terkait keberadaan pemilih baru ataupun penghapusan data pemilih karena pemilih meninggal dunia ataupun pindah domisili sangat kami nantikan,” tandas Yuga. KBB sendiri memiliki 16 Kecamatan dan 165 desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi dan Kota Bandung.  frank


Selengkapnya
236

PA dan KPU KBB Bangun Kesepahaman 

Bandung Barat - Pengadilan Agama (PA) Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB)  berkomitmen bersama KPU KBB untuk bersinergi secara kelembagaan, guna menciptakan lembaga negara yang berintegritas dan memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.  Sinergitas tersebut akan diperkuat dengan menjalin kerjasama berkesinambungan melalui Nota Kesepahaman di antara dua lembaga vertikal yang berada di KBB itu.  Selain memberikan ruang untuk mensosialisasikan tahapan dan ajakan memilih kepada masyarakat yang sedang berproses,  PA Ngamprah pun akan membantu KPU KBB dalam memberikan data pemilih.  "Insya Alloh, PA bisa membantu mensosialisasikan tahapan Pemilu kepada masyarakat yang berproses di kantor kami secara langsung atau tidak. Selain itu data masyarakat yang kami miliki, mudah-mudahan bisa membantu dalam ketersediaan data pemilih yang akurat, " ujar Ketua PA Ngamprah, Ahmad Saprudin, S.Ag., M.H. didampingi Hakim Ahmad Luthfi Maghfurin, S.H.I., M.Ag di sela audiensi bersama KPU KBB, Juma't  (27/5) kemarin.  Ahmad Saprudin menegaskan, penting untuk saat ini membangun sinergitas di antara pemangku kepentingan, dan telah menjadi tuntutan bagi PA Ngamprah sebagai lembaga yudikatif pada tingkat pertama dalam  mewujudkan pelayanan publik yang prima dan optimal.  "Kerjasama dengan KPU KBB ini dapat mendukung upaya PA Ngamprah dalam membangun Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani, " katanya.  Audiensi itu dihadiri Ketua KPU KBB, Adie Saputro di dampingi Kadiv Perdatin, Yuga Wira Praja, Kadiv Teknis, Riki A Sulaeman, Kadiv Parmas Maman Resmana, Sekretaris KPU KBB, Tam Tamasya, Kasubbag Perdatin Fren Satria Mulya serta Kasubbag Teknis Pemilu, Warna Gumilang.   "Kami akan bangun kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang bisa terlaksana dengan baik tanpa ekses. Selain itu, PA Ngamprah ini memiliki irisan data masyarakat yang bisa mendukung ketersediaan data pemilih pada Pemilu 2024 nanti," Kata Adie.  Terkait sosialisasi, KPU KBB akan memasang banner sosialisasi Pemilu 2024 yang bisa diakses masyarakat pengguna layanan di PA Ngamprah.  *Frank


Selengkapnya
359

Kesbangpol KBB Apresiasi KPU

NGAMPRAH - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengapresiasi kinerja KPU KBB atas raihan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 lalu yang mencapai angka partisipasi hingga 86 persen.  Apresiasi tersebut dilayangkan Kepala Bakesbangpol KBB, Suryaman di sela diskusi terbatas dengan pimpinan KPU KBB yang juga dihadiri sejumlah tokoh Ormas di KBB.  Pada diskusi yang berjalan cukup hangat, dinamis dan terarah itu Suryaman yakin KPU KBB akan mampu meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 mendatang.  "Ya tugas kami dengan KPU ini beririsan. KPU melaksanakan Pemilu dan kami menciptakan stabilitas politik sejak dini. Tentu peran aktif semua komponen di KBB perlu diintegrasikan demi kondusifitas KBB ini, " tandas Suryaman, Senin (23/5)  di Kantor Pemerintahan KBB, Ngamprah.   Apresiasi serupa dilayangkan sejumlah pimpinan Ormas di KBB, seperti dari Ketua LSM WAJIT, Ketua Pemuda Pancasila KBB serta dari Ketua Paguyuban Pejuang Pemekaran Peduli Kabupaten Bandung Barat (P4KBB). Ketua KPU KBB, Adie Saputro, Kadiv Sosialisasi, Maman Resmana serta Kasubbag Perdatin, Fren Satria Mulya hadir dalam audiensi tersebut.  "Tingginya angka partisipasi pemilih Pemilu dan Pilkada beberapa tahun lalu harus menjadi pelecut kinerja KPKPU KBB lebih baik. Dan semoga kinerja KPU KBB yang telah diberikan bagi masyarakat akan menjadi lebih baik pada Pemilu dan Pilkada serentak 2024 mendatang, " Kata Suryaman.  Ketua KPU KBB, Adie Saputro yakin pesta demokrasi di KBB akan selalu berjalan baik dan kondusif mengingat peran serta aktif seluruh pemangku kepentingan.  "Kita kawal bersama agar pesta demokrasi berjalan dengan baik. Dinamika menghadapi tahapan Pemilu dan Pilkada serentak ini harus menjadi momentum dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat, " tegas Adie.  Frank


Selengkapnya